Honda Jazz SAC Makasar Sukses Bawa Pulang Gelar King Of Black

Dec 03, 2018 - BlackAuto Battle Surabaya 2018

Mendapatkan gelar modifikasi mobil bergensi King of Black, di ajang Final Black Auto Battle (BAB) 2018 Surabaya tidak mudah. Karena, setiap sektor di mobil harus dimodifikasi, tanpa menghilangkan kenyamanan dan keamanan untuk penggunaan harian.

"Awalnya kepingin ikut saat ajang BAB 2018 diadakan di Makasar kemarin. Namun karena hasilnya belum sempurna, saya putuskan turun sekalian saat Final BAB 2018 Surabaya," ungkap Irwan sang pemilik mobil.

Mempercayakan pengerjaan pada bengkel Surya Auto Custom, ubahan pada mobil Irwan tidak dilakukan secara sembarangan. Meski mobil Honda Jazz miliknya lansiran tahun 2006, rumah modifikasi yang bermarkas di Makasar tersebut nekad mengubah tampilan mobilnya menjadi  Jazz GK5.

"Memang banyak yang diubah, tapi saya mencoba agar masih bisa dipakai dijalan tanpa kendala. Jadi nggak cuma tampilan saja yang oke," terangnya. Mobil ini adalah pengembangan dari tema GT atau grand touring yang lebih ekstrim dibandingkan street racing car. Untuk keseluruhan, biaya yang dikeluarkan pemilik mencapai setengah milyar Rupiah, yang meliputi seluruh aspek mobil seperti mesin, cat mobil, interior, dan lainnya.



Meskipun modifikasi menyentuh hampir seluruh aspek mobil, pada ajang Final BAB 2018 Surabaya ini, Irwan dan timnya berfokus pada sosok tampilan luar, "Tahun ini kami berfokus warna hitam dipadu aksen aura merah layaknya logo Blackxperience," ujar pria berusia 28 tahun tersebut.



"Kita cari warna yang misterius. Ornamen merah kita sangkutkan dengan spirit racing yang menyala-nyala," imbuhnya. Dia menambahkan memodifikasi mobil ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan. Proses yang paling memakan waktu ialah penyempurnaan, "Kita merevisi beberapa poin dari desain awal, karena mau membuat modifikasi yang tidak asal tabrak, harmonis, sehingga good looking," ujarnya.

Komponen bodi kustom pun disematkan olehnya pada semua sisi, menyebabkan rupa Honda Jazz tersebut menjadi lebih garang dan tangguh. Agar kesan racing makin terasa, Irwan banyak mengaplikasikan komponen yang terbuat dari material serat fiber, mulai dari kap, bumper depan, grill, spoiler, sampai housing wiper. Meski begitu, karakter bentuk Honda Jazz pun tetap dipertahankannya.

Meskipun hanya mempermak sektor eksterior, bukan berarti Irwan tidak merambah interior. Senada dengan eksterior, kesan racing juga terasa pada interior. Jok pun disematkan bahan kulit pada kedua sisi dipadukan dengan komponen racing lainnya seperti tachometer, pedal set ala balap Mugen, serta perseneling berkarakter titanium.

Sentuhan karbon pun tak luput digunakan pria yang berbisnis tambang itu. Panel head unit,door trims, power window, AC sampai rumah perangkat multimedia, dia buat ulang menggunakan material yang dikenal berharga cukup mahal tersebut.

 

 

Untuk sektor mesin, Irwan juga melakukan banyak perubahan. Tak hanya mengejar tampilan, urusan dapur pacu turut dimodifikasi pria yang berperawakan mungil ini. Performa Honda Jazz ditingkatkan dengan melakukan pengubahan pada pipping, penyematan komponen racing, serta turbo HKS. Ia mengganti air filter dengan open air intake. Selain itu, ia juga menambahkan oil catch tank. Irwan juga mengganti busi dengan menggunakan Dastek Unichip buatan Amerika.

Menyeimbangi tampilan eksterior, bagian kaki-kaki diolah Andi agar ikut berpenampilan racing. Mobil dibuat lebih rendah dengan pemakaian Airgen suspension 4 titik. Pemilihan velg Work Kiwami berukuran 18 bukan tanpa sebab. Irwan mengaku ukuran tersebut dipilih agar mobil dapat berjalan dengan nyaman.

Modifikasi semakin terlihat maksimal dengan pemasangan sistem audio yang dibuat total dengan menggusur ruang belakang dengan dijejali perangkat audio. Tatanan ICE (In Car Entertainment), head unit Pioneer menjadi langkah awalannya. Dentuman nada rendah ke tinggi semua bermaterialkan produk Pioneer. Sedikitnya lima buah subwoofer dari merk yang sama seri 2002W dan 5012W ikut bermain pada intalasi audio system ini.

Selanjutnya tweeter dan middle speaker juga berpegang masih pada merk Pioneer. Tidak kurang dari 46 buah monitor LCD tersebar menjanjikan sebuah estetika tersendiri. Termasuk capasitor bank pun mengambil keluaran Pioneer yang diinstal tepat di belakang jok penumpang. Nuansa hiburan juga tidak ditinggalkan dengan aplikasi perlengkapan DJ Pioneer Wego di bagasi belakang.


Irwan dan timnya memang menyiapkan mobil ini khusus untuk mengikuti ajang Final Black Auto Battle 2018 Surabaya ini sejak tiga bulan lalu. Dan hasilnya, target piala King Of Black pun sukses dia bawa pulang. [bil/timBX]