G Factor Usung VIP Elegant yang Proper Buat Harian

Dec 02, 2018 - BlackAuto Battle Surabaya 2018

Di Final BlackAuto Battle 2018 berjejer modifikasi mobil yang cukup memukau pengunjung.  Salah satunya adalah mobil yang diberinama G Concept, dengan widebody dan usung gaya elegant nan ekstrim. Adalah Firmansyah dan Aisy yang merupakan pasangan yang sama-sama hobi otomotif, mereka berdua mewujudkan impiannya kembali terjun ke dunia modifikasi dengan dua mobilnya sekaligus, Ford Falcon dan Genio yang sudah dimodifikasi total.



Kami fokus membahas G Concept, yang digarap oleh bengkel Kupu-kupu Malam. Basic mobil ini adalah Honda Genio, yang menurut Firmansyah adalah kado pernikahan mereka berdua. "Kita sudah lama meninggalkan dunia otomotif khususnya modifikasi sejak 2008 vakum. Akhirnya ditahun 2018, Kami bertemu teman lama Ronny dari Akasia Motor dan Kunto dari Kupu-kupu Malam, reunian dan membangun mobil modifikasi untuk ikut di BlackAuto Battle," tutur Firmansyah pengusaha Empek-empek Honey dan agen Ikan di Palembang. Atas hasil reunian tersebut Akasia Motor dan Kupu-kupu Malam bekerja mewujudkan keinginannya.



Bagian widebody dibangun total menggunakan bahan fiber. Interior dirombak total dengan berbagai finishing yang berkualitas dan tidak ketinggalan audio dan entertainment berupa perangkat DJ. "Kami menyebutnya lebih ke ranah aliran VIP Elegant, Meski sedikit ekstrim body namun tetap bisa dibawa kemana-mana dan nyaman," tutur Ais. Sedangkan menurut Firmansyah alirannya lebih ke streetracing, karena sudah swap engine namun tetap nyaman buat harian.

"Swap engine kami gunakan mesin Toyota Lexus LS400, V8, twin turbo menggunakan garret GT30. Kami belum ukur berapa tenaga yang dihasilkan, disisi lain karena durasi waktu yang fokus untuk modifikasi hanya 3 minggu saja. Ibaratnya seperti membangun candi yang sehari semalam," jelas Firmansyah yang menegaskan mobilnya memiliki tombol engine start.

Sisi transmisinya sudah matic dari sebelumnya manual.  Tambahan NOS juga menjadi pelengkap bahwa DNA yang dibangun memenuhi syarat street racing. "Karena mobil baru jadi saya pun belum sempat  membawanya untuk riding di jalanan. Secara teknis semua part sudah terinstal dan bisa digunakan," tutur Firmansyah seraya menegaskan bahwa G Concept telah dilengkapi dengan motorize, dari daun pintu yang sudah gullwing, kap mesin dan bagasi belakang.



Bagian eksterior yang dilengkapi dengan sideskirt, bumper dan lip spoiler semuanya mendukung gaya street racing.  Sedangkan bagian kaki-kaki telah dilengkapi dengan air suspensi dan penggunaan velg Forged 19 inci ukuran 10.5 inci dan 12.5 inci telah dilengkapi dengan finishing graphier bertema kembang sulur ala batik Yogyakarta. Sedang posisinya velg cenderung mendukung aliran stance. Estetika juga terlihat dari coloring air brush yang cukup futuristik menggunakan warna dasar biru dongker.

"Lampu depan menggunakan Vellfire bagian atas, dimodifikasi dengan LED RGB matrix. Dan lampu belakang menggunakan New Toyota Rush," jelas Firmansyah.



Sektor interiornya terlihat cukup kental dengan teknologi terkini. Sebuah layar android 10 inci melengkapi bagian infotainment, selain itu juga berfungsi untuk monitor parking. Sepasang speaker Venom 2 way di bagian pilar, ditambah dengan 2 way di bagian pintu. Enam subwoofer pasif, power Monoblock Intelligent Venom 4 buah. " Dua buah accu untuk mesin dan audio. Dan sebuah perangkat DJ, dibagian belakang. Bagian jok, langit-langit dan dashboard menggunakan kulit Murano berwarna coklat muda. Tepat disisi belakang  transmisi ada tombol power window, sun roof, gullwing, kompresor untuk air suspensi," jelas Dwi dari Kupu-kupu Malam.



Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian modifikasi mesinnya. Swap Engine menggunakan mesin LS400  dengan 8 silinder, dilengkapi dua buah turbo Garret. "Untuk mesin Lexus ini bisa menggunakan 1 turbo ataupun dua turbo. Tenaganya diperkirakan mencapai 300 hp, dari power pabrikan 250 hp. Bagian sasis kita bangun ulang, dengan menambahkan wheelbase,"    Menurutnya bagian paling sulit selama pengerjaan mesin adalah manajemen penempatan.

"Tantangan tersulit selain manajemen mesin mengukur widebody agar pas di jalanan, karena mobil ini kebutuhannya adalah mobil harian. Disisi kelistrikan kabel bodi kita buat ulang, karena mencakup banyak area baru seperti motorize dan audio. Kemudian untuk mendukung mesin kita menggunakan ECU Haltech, dan merek yang sama buat tachometer. Untuk mendukung tenaga mesin sampai ke 300 hp. Kendala transmisi menjadi masalah untuk memaksimalkan  performa mesin," tutur Agung dari Kupu-kupu Malam.[Ahs/tim]